pariwisata kabupaten jember

Imigrasi Tahan Eks Pemain PSBK

  Dibaca : 374 kali
Imigrasi Tahan Eks Pemain PSBK
Sejumlah petugas memeriksa tamu yang akan memasuki mako Polres Blitar Kota
space ads post kiri

* Affi Terancam Pidana

Nasib sial dialami pemain sepak bola yang pernah merumput di PSBK klub kebanggaan Kota Blitar, Tchothcor Affi Valentine (20) harus berurusan dengan petugas Imigrasi Kelas II Blitar. Hal ini terjadi lantaran dugaan ijin tinggal di Indonesia sudah kedaluwarsa dan dokumen yang tak sesuai. Pria berkebangsaan Pantai Gading ini harus mendekam di ruang detensi Imigrasi.

ILEGAL STAY: Kepala Imigrasi kelas II Blitar, H Tato jelaskan penangkapan Affi. (ist)

ILEGAL STAY: Kepala Imigrasi kelas II Blitar, H Tato jelaskan penangkapan Affi. (ist)

Selama ini pemain bola berkulit hitam tersebut tinggal di Kota Blitar sudah lumayan lama dan menjadi incaran Imigrasi. Pada Kamis (28/1) dia ditangkap saat latihan di Stadion Soepriadi Kota Blitar.Tertangkapnya Affi semakin memperpanjang daftar pemain asing yang merumput di Blitar dan harus berurusan dengan imigrasi, seperti yang dialami Nkomo setahun lalu.

Kepala Imigrasi kelas II Blitar H Tato Jualiadin Hidayawan kepada awak media menyampaikan, ”Penangkapan tersebut berkat komunikasi dan koordinasi yang dijalin tim pemantau orang asing (timpora).”

Selanjutnya petugas menangkap Affi saat berlatih sepak bola sekitar pukul 16.00. Saat itu petugas langsung meminta dokumen kelengkapan administrasi dan dibawa ke kantor Imigrasi. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata dokumen yang digunakan adalah Visa B211. Visa ini diperuntukkan untuk orang asing yang akan melakukan kunjungan sosial budaya dengan batas waktu selama 30 hari.

Affi sendiri masuk melalui bandara Juanda pada 1 Maret 2014. Sepert disampaikan Tato, ternyata visa Affi sudah diperpanjang selama 4 kali di kantor imigrasi Ngurah Rai Denpasar, dan habis masa aktifnya smenjak 28 juli 2014 lalu.

”Jadi, dia melakukan Illegal Stay di Kota Blitar selama 1,5 tahun. Jadi seharusnya yang bersangkutan harus kembali ke negaranya,” terangnya. Tato menambahkan, ”Selain visa yang habis, sejak mulai masuk ke Indonesia dia menjadi turis yang melakukan kunjungan. Sehingga logikanya, tidak boleh bekerja. Sehingga Affi sudah melakukan dua pelanggaran. Dengan demikian Affi terancam hukuman pidana kurang lebih lima tahun penjara, kalau terbukti. Berkasnya segera dilimpahkan ke Kejaksaan dan selanjutnya di sidangkan di Pengadilan.“

Jika terbukti bersalah, Affi harus menjalani ukuman pidana lebih dulu. Kalau tidak terbukti, yang bersangkutan akan dideportasi dan dicekal masuk ke Indonesia. Sementara Affi Valentine saat dionfirmasi menjelaskan, sebetulnya dia paham, apa yang telah dilakukan merupakan pelanggaran. Namun dia mengatakan, sebetulnya ada keinginan untuk pulang ke negara asalnya, akan tetapi sampai saat ini belum punya uang untuk beli tiket pesawat.

“Sebetulnya saya punya keinginan untuk pulang. Tapi belum ada ongkos. Jadi saya bertahan di Blitar untuk ikut main tarkam (antar kampung). Ini untuk cari duit sebagai biaya perjalanan, dan selama ini juga masih menggantungkan orang tua,” pungkasnya.(ris)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
space ads kanan1

Berita Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional