pariwisata kabupaten jember

BLH Diminta Sosialisasikan Pembangunan Sumur Resapan

  Dibaca : 124 kali
BLH Diminta Sosialisasikan Pembangunan Sumur Resapan
Sejumlah petugas memeriksa tamu yang akan memasuki mako Polres Blitar Kota
space ads post kiri

Hingga tahun 2021 mendatang, Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Blitar menargetkan Kota Blitar memiliki 4000 sampai 5000 sumur resapan.

Namun hingga saat ini, BLH kesulitan menggerakkan kesadaran warga untuk membangun sumur resapan di rumah masing-masing. Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi III DPRD Kota Blitar, Agus Zunaedi.

Menurut Agus Zunaedi, sumur resapan tersebut sangat penting untuk Kota Blitar. Untuk itu pihaknya mengimbau kepada Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Blitar agar turun langsung memberikan sosialisasi kepada warga masyarakat terkait pentingnya membuat sumur resapan.

“Katanya sumur resapan ini mau di Perwalikan. Kalau menurut saya itu tidak perlu, namun yang paling utama adalah membangkitkan kesadaran dengan memberikan sosialisasi kepada masyarakat,” kata Agus Zunaedi, Jumat (19/08).

Lebih lanjut Ketua Komisi III DPRD Kota Blitar ini menyampaikan, tidak semua warga masyarakat mampu membangun sumur resapan. Untuk itu BLH harus peka melihat kehidupan warga Kota Blitar, khususnya masyarakat miskin dan hidupnya pas-pasan.

”Masyarakat miskin mana kuat membangun sumur resapan. Mereka harus dibantu pemerintah, Untuk itu BLH harus menganggarkan khusus bagi warga miskin. Namun bagi masyarakat yang hidupnya mapan tidak dibantu tidak apa-apa,” lanjutnya.

Politisi dari PPP ini menambahkan, dewan siap membantu memberikan anggaran pengadaan bantuan sumur resapan bagi warga miskin, asal itu benar-benar untuk kepentingan masyarakat.

“Kami mempersilahkan BLH untuk melakukan koordinasi dengan dewan. Demi kepentingan rakyat kami selalu siap membantu,” imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, masih rendahnya kesadaran warga Kota Blitar membuat sumur resapan, hal ini memicu BLH Kota Blitar akan mengajukan Perwali terkait kewajiban pemilik bangunan membuat sumur resapan.

Keputusan tersebut diambil untuk memuluskan program menabung air BLH yang saat ini ternyata masih kesulitan mewujudkan komitmen membangun sumur resapan di bangunan milik pemerintah maupun rumah warga mulai tahun 2016 sampai tahun 2021. (fjr)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
space ads kanan1

Berita Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional