pariwisata kabupaten jember

Arek Genengan-Pakisaji Tewas Kendat di Dalam Sumur Lapas Blitar

  Dibaca : 1793 kali
Arek Genengan-Pakisaji Tewas Kendat di Dalam Sumur Lapas Blitar
Jasad korban saat di kamar jenasah RSUD Mardi Waloyo Kota Blitar
space ads post kiri

Blitar, Memo X– Mohamad Dwi Arianto (38) warga jalan Pondok Indah, Kelurahan Genengan Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang, diketemukan tewas gantung diri di sumur Lapas Kelas II B Blitar. Korban merupakan tahanan di Lapas Kelas II B Blitar titipan dari Polres Madiun, terkait kasus pencurian.

Diduga Dwi Arianto nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri karena depresi. Kejadian tersebut terjadi, Jumat (13/10/2017) sekitar pukul 08.00 saat para napi melaksanakan senam pagi.

Menurut Kepala Lapas Kelas II B Blitar, Rudi Sardjono warga binaannya, Dwi Arianto nekat mengakhiri hidupnya dengan cara lompat ke dalam sumur lapas sedalam 8 meter.

“Korban melompat ke dalam sumur sedalam 8 meter menggunakan tali yang diikatkan ke tubuhnya. Sejak dititipkan dia memang sudah mengalami depresi,” kata Rudi Sardjono, Jumat (13/10/2017).

Lebih lanjut Rudi Sardjono menyampaikan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 08.00. Saat para napi melaksanakan senam pagi. Menurut keterangan para saksi, saat itu korban berada di dalam kamar bersama 3 temannya. Namun saat semua napi melakukan aktifitas olah raga senam, korban tidak keluar dengan alasan sakit.

“Petugas lapas saat mengecek korban di dalam kamar tidak mememukan korban. Selanjutnya petugas mencari, dan akhirnya diketahui jika korban terjun ke dalam sumur. Kemudian kejadian ini langsung dilaporkan ke pihak kepolisian”, tandas Rudi.

Rudi menambahkan, akibat melompat ke dalam sumur tersebut, nyawa korban tidak bisa ditolong karena tenggelam di dalam sumur.

“Korban dilarikan ke RSUD Mardi Waloyo Kota Blitar untuk dilakukan visum dan outopsi”, jelasnya.

Menurut Kepala LP Klas II B Blitar, korban merupakan napi kasus pencurian pindahan dari Madiun. Korban mulai berada di LP Blitar sejak awal April 2017. Korban sebenarnya sebentar lagi sudah bebas. Korban sudah memperlihatkan gejala depresi sejak berada di LP Blitar. Dia sering mengamuk sendiri di LP. Bahkan korban juga terlihat linglung saat diajak bicara.

Sementara Kasat Reskrim Polres Blitar Kota, AKP Heri Sugiono mengatakan, tewasnya Mohamad Dwi Arianto, salah satu warga binaan Lapas Kelas II B Blitar ini, setelah dibawa ke kamar jenasah RSUD Mardi Waloyo Kota Blitar, dan setelah dilakukan visum, diketahui jika korban tewas akibat gantung diri.

“Hasil visum diketahui terdapat bekas jeratan pada leher korban. Ini akibat gantung diri”, kata Heri Sugiono.

Lebih lanjut Heri Sugiono menyampaikan, polisi sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di lokasi. Saat ditemukan, korban masih dalam posisi menggantung di sumur.

“Dia masih menggantung dengan posisi leher terikat tali tampar. Tubuhnya tidak sampai terjebur ke dalam sumur,” tandas Heri Sugiono.

Heri menambahkan, dari keterangan teman satu selnya, korban memang menunjukkan gejala depresi. Korban sering melamun sendiri, dan Kadang-kadang korban juga sering marah-marah sendiri, bahkan tidak menyambung saat diajak bicara.

“Dugaan sementara penyebab korban gantung diri karena depresi. Mayat korban langsung kami bawa ke kamar jenazah RSUD Mardi Waluyo untuk divisum”, pungkasnya. (fjr/yan)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
space ads kanan1

Berita Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional