pariwisata kabupaten jember

Setelah Ada Jaminan dari BNN, 70 Pecandu Narkoba Berani Melaporkan Diri

  Dibaca : 615 kali
Setelah Ada Jaminan dari BNN, 70  Pecandu Narkoba Berani Melaporkan Diri
Kepala Badan Narkoba Nasional (BNN) Blitar, AKBP Agustianto
space ads post kiri

Blitar, Memo X.Com-Dalam kurun waktu 2 bulan kepemimpinan AKBP Agustianto, sebanyak 70 orang pecandu narkoba melaporkan diri ke Badan Narkoba Nasional (BNN) Blitar untuk direhabilitasi. Dari 70 orang tersebut, 18 diantaranya adalah pelajar dan sisanya masyarakat umum. Saat ini mereka direhabilitasi di tiga tempat di Kabupaten Blitar.

Rehabilitasi pemakai narkoba pada 2017 ini, semakin meningkat, karena masyarakat semakin terbuka dan beraninya masyarakat untuk melaporkan diri terkait kasus Narkoba ke Badan Narkoba Nasional (BNN). “Untuk saat ini totalitasnya ada 70, dan kemungkinan akan bertambah lagi. Karena semakin terbuka dan masyarakat semakin berani melaporkan dan membawa putra putrinya. Dari total 70 ini, terdiri dari 18 pelajar dan sisanya orang umum, dalam arti mereka yang sudah tidak sekolah, tetapi keluarganya peduli,” kata Kepala Badan Narkoba Nasional (BNN) Blitar, AKBP Agusiato, Kamis (09/11/2017).

Kerena ancaman pengguna narkoba itu berat, maka dengan kesadaran masyarakat, kadangkala mereka datang sendiri dengan didampingi keluarga pecandu narkoba atau seseorang yang sudah dipercaya, namun minta jaminan dari BNN. “Mereka memberanikan diri artinya, saya mau menyerahkan anak saya, tapi jaminannya apa?. Tapi kenyataanya mereka totalitas sudah berani. Karena ancaman pengguna narkoba itu berat, sehingga mereka sudah berbondong-bondong memberanikan diri ke kantor BNN,” ungkap Agustianto.

Lebih lanjut Agustianto menjelaskan, rata-rata mereka yang menyerahkan diri adalah didominasi pengguna sabu-sabu. Beruntung mereka masih pemula, jadi masih bisa disembuhkan. Namun jika sudah parah, BNN mengirim ke Lembaga Rehabilitasi dari BNN yang berada di Bogor. “Karena mereka masih pemula dan pelajar, kami hanya melakukan rawat jalan dan melibatkan guru, orang tuanya. Jadi mereka tetap terawasi, dan BNN juga tetap mengawasi. Jadi dokter kami juga harus rajin mengadapi mereka,” jelasnya.

Sementara sisanya yang masyarakat umum, direhabilitasi di Lawang. Namun bagi yang sudah parah sekali dan pecandu, BNN Blitar merekomendasikan ke Rehabilitasi Balai Besar. “Kita harus ekstra hati-hati menangani mereka. Untuk itu kita harus mengawal, megantar, orang tuaya harus ikut supaya tahu keadaan yang sebenarnya,” tandas Agustianto.

Pengguna narkoba di Kabupaten Blitar tidak separah di kota besar seperti Surabaya, Malang, dan Madiun. “Blitar itu sebetulnya tidak separah yang kita duga, jika dibandingkan dengan kota besar. Di Blitar masih taraf belajar dan ikut-ikutan. Tapi ini kalau tidak dicegah atau dibendung, mustahil akan merambah, yang tadinya masih embrio menjadi pecandu berat. Blitar belum seberapa kalau menurut saya”, jelasnya.

Untuk melakukan rehabilitasi, BNN Blitar melakukan kerjasama dengan tiga lembaga yang melibatkan masyarakat, diantaranya Medica Utama di Kanigoro, Anisa Talun dan Puskesmas Sutojayan. “Dalam rehabilitasi ini harus tuntas, mereka harus sembuh. Karena mereka masih memiliki masa depan. Dan ini gratis, pasien tidak dipungut biaya apapun. Mudah-mudahan saja pada 2018 ada program seperti itu”, terangnya.

Kepala Badan Narkoba Nasional (BNN) Blitar menambahkan, sebelumnya hanya ada 9 hingga 10 orang yang berani melapor ke BNN, karena kurangnya sosialisasi. Namun setelah dilakukan sosialisasi, membaur ke dunia pendidikan dan jaminan dari BNN, maka dalam kurun waktu 2 bulan, yang berani melapor menjadi 70 orang. “Mungkin selama ini kurangnya informas, dan sosialisasi sehingga mereka tertutup. Tetapi kenyataannya setelah saya yakinkan, saya jamin tidak akan diapa-apakan, mereka mulai berbondong-bondong”, pungkasnya. (fjr/mzm)

Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
space ads kanan1

Berita Terbaru

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional